Rombongan Pemancing Tersambar Petir, 2 Tewas Lainya Selamat

 

BERITABAGUS-CILACAP-Hidup dan mati rahasia Ilahi Robbi. Untung takdapat diraih. Malang takdapat ditolak. Satu menit yang akan datang adalah kegelapan.

Seperti halnya kematian Dasmin (37 th) dan Carkim (32 th). Tidak ada yang menyangka jika Malaikat Israil datang tiba-tiba mencabut nyawa keduanya, bersama sama. Di Kolam Ikan milik Taryanto di Desa Sepatnunggal Rt 02 Rw 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap.

Kematian yang menyakitkan. Keduanya meninggal lantaran tersambar halilintar, sekira pukul 13.00 Wib, Minggu (22/11/2020) di sekitar saung dekat pemancingan di Desa Sepatnunggal Rt 02 Rw 04 Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Ka-SPKT) Polsek Majenang Aiptu Kusriyanto melaporkan, identitas korban sebagai berikut. 1) Dasmin (37 th) buruh harian lepas, alamat Dusun Wangen Rt 03 Rw 03 Desa Sepatnunggal Kecamatan Majenang.

2. Carkim (32 th) pekerjaan Wiraswasta, alamat Sepatnunggal Rt 04 Rw 03 Desa Sepatnunggal Kecamatan Majenang.

Ceritanya, mereka pergi mancing bersama sejak pukul 07.00 Wib. Salah satu saksi Husen diajak oleh Carkim mancing di Kolam di Sepatnunggal.

Saat di lokasi saksi Huse dan korban Cariim bertemu dengan korban Dasmin. Di saung, juga ada saksi Aria, Warsito alias Abah keduanya warha Sadahayu. Mereka asik ngobrol sambil melanjutkan memancing bersama.

Sekitar pukul 12.30 Wib, terjadi hujan deras. Mereka berteduh di sebuah gubuk (saung) di pinggiran kolam ikan tersebut. Mengambil posisi duduk berjejer Suharta, Husen, Adit anak dari Dasmin, Aris dan Dasmin masih berdiri di dekat gubuk memakai jas hujan. Sedangkan Caekim duduk di depan Husen di atas batu.

"Saat itulah, tiba tiba petir besar menggelegar. Semua orang kaget dan panik. Dasmi  dan Carkim tergeletak," kata saksi kepada Ka-SPKT Polsek Majenang dikutip dalam Laporan.

Setelah petir menghilang, Husen membangunkan Dasmin. Tetapi tidak bisa bangun. Nadinya lemah. Selanjutnya Husen menyuruh Aria menunggu bersama yang lain. Husen meminta bantuan masyarakat mengantarkan korban ke RSUD Majenang.

Dasmin pukul 14.27 Wib dinyatakan meninggal dunia berdasarkan surat keterangan kematian Korban Nomor : 445/593/XI/2020.

Carkim dinyatakan meninggal dunia pukul 14.31 Wib, berdasarkan surat Keterangan kematian Korban Nomor : 445/592/XI/2020.

Saksi juga melapor ke Kasitrantibum Kecamatan Majenang dan Polsek Majenang. Tim gabungan bersama tim medis ke TKP cek dan mendata. "Korban berteduh di alam terbuka, sehingga tidak ada perlindungan sambatan petir," ujar Ka-SPKT.

Hasil riksa dr Usbatu  Latifah menyebutkan Dasmin terluka gosong melingkar di lehernya. Carkim terluka gosong di lingkar leher, dada, lengan kanan kiri sampai ketiak.

Sumberdata disampaikan Samidi Pusdalop BPBD Cilacap. (baguss)

Subscribe Our Newsletter

0 Response to "Rombongan Pemancing Tersambar Petir, 2 Tewas Lainya Selamat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel